Hari ini televisi-televisi nasional menyiarkan peringatan lima tahun Tragedi Tsunami Aceh. Lima tahun lalu, 26 Desember 2004 bencana terbesar yang pernah melanda Indonesia benar-benar mengguncang dunia. Gempa besar dengan skala 8,9 SR disusul tsunami dahsyat menyapu bersih pantai-pantai Aceh, sebagian Sumatera Utara, bahkan hingga ke Somalia di benua Afrika yang berjarak ribuan kilometer dari pusat gempa di sebelah barat Provinsi Aceh.
Sesaat setelah tsunami surut, tak banyak bangunan yang tersisa di sepanjang pantai barat dan utara Aceh, semua tinggal garis-garis bekas pondasi rumah atau sekolah-sekolah, menunjukkan bagaimana kekuatan tsunami yang terjadi, tidak sedikit rekaman video amatir yang beredar di televisi untuk menggambarkan kedahsyatannya.
Namun, di balik luluh-lantaknya wilayah pantai Aceh tersebut, Allah berkehendak lain, Dia masih meninggalkan sedikit pohon dan rumah-Nya guna menjadi peringatan bagi warga Aceh dan manusia pada umumnya.
Di Ulee Lheue, Banda Aceh, Masjid Baiturrahim masih tampak tegar. Bangunan yang berada dekat tepi pantai dan pelabuhan kecil tersebut tetap utuh. Tsunami hanya mampu menjebol pagar dan kaca-kaca masjid tersebut. Daerah sekitar masjid hingga berkilo-kilo meter rata dengan tanah. Di Kampung Cot, Meulaboh, Aceh Barat, hanya masjid Al Hidayah yang menjadi satu-satunya bangunan yang tetap utuh. Menurut imam masjid tersebut, Tengku Usman Bakar, masjid Al-Hidayah sering digunakan untuk pengajian rutin guna menyaingi pesta hura-hura muda-mudi di sepanjang pantai Meulaboh. (Sumber).
Selain kedua tempat ibadah tersebut, masih banyak bangunan serupa yang tidak ikut tersapu tsunami 26 Desember 2004. Entah karena mukjizat atau struktur teknis bangunan yang menjadikan rumah-rumah Allah tetap kokoh meski diterjang ribuan ton kubik air bah, yang jelas hal itu cukup menjadi pelajaran bagi manusia yang masih hidup untuk kembali ke rumah-rumah-Nya. “Ini isyarat bahwa kalau ingin selamat dalam hidup, maka berlindunglah pada Allah di masjid-masjid itu, kembalilah ke masjid,” terang Alyasa Abu Bakar, salah seorang tokoh masyarakat Aceh.
Di samping itu ada juga yang sempat berpikir, “Masjid-masjid di Aceh itu dibangun atas dasar keikhlasan, bukan dari uang hasil korupsi.” Bisa jadi orang itu benar!
Hikmah lain yang bisa dipetik dari Tragedi Tsunami Aceh lima tahun lalu adalah jangan takut terhadap ombak laut, namun takutlah kepada Allah, Penguasa Alam Semesta.
TSUNAMI ACEH 2004







1 komentar:
ora jelas
Posting Komentar